Geger banget nih di dunia K-pop! Attrakt, agensi yang ngebentuk FIFTY FIFTY, akhirnya menang gugatan! Ini turning point penting banget buat hubungan agensi dan artis, sekaligus nunjukkin siapa yang harus tanggung jawab di industri ini.
Tanggal 15 Januari kemarin, Pengadilan Distrik Pusat Seoul Divisi Sipil 33 udah ngasih keputusan yang lumayan menang buat Attrakt dalam gugatannya lawan The Givers, CEO-nya Ahn Sung-il, dan direktur Baek Jin-sil. Hasilnya, The Givers dan Ahn Sung-il wajib ganti rugi ke Attrakt sebesar Rp6,3 miliar. Parah!

Attrakt langsung gercep nih, tanggal 16 Januari mereka rilis statement yang nunjukkin lega banget atas keputusan pengadilan. Mereka bilang ini pertama kalinya pengadilan secara formal ngakuin kalo The Givers dan Ahn Sung-il udah ngehalangin bisnis dan melakukan penggelapan. Kata Attrakt, “Kita pengen nunjukkin keadilan lewat gugatan ini, dan lumayan lega lah ya liat ‘karma’ yang nimpa mereka.”
Gak cuma itu, Attrakt juga bilang bakal lanjutin proses hukum buat ngelindungin kepentingan mereka dan ngejaga standar industri. Sekarang ini mereka lagi terlibat beberapa gugatan penting nih:
- 💰 Gugatan sebesar Rp168 miliar (kira-kira $9.7 juta USD) yang nyasar ke tiga mantan member — Saena, Aran, dan Sio — yang katanya cabut dari grup tanpa izin pas ‘insiden tampering’, plus ortu mereka, The Givers, Ahn Sung-il, dan Baek Jin-sil.
- 💸 Gugatan sebesar Rp312 miliar (kira-kira $14.9 juta USD) yang dilayangkan ke Warner Music Korea dan Clayton Jin (Jin Seung-young).
CEO Attrakt, Jeon Hong-joon, ngegarisbawahi kalo masalah hukum ini punya dampak yang lebih luas, dia bilang bakal ngasih contoh yang bagus buat masa depan K-pop. Dia juga bilang makasih buat semua yang udah dukung, dan janji bakal terus ngasih musik dan kegiatan yang keren, karena semangat dari para fans. Prinsip agensi tetep sama, yaitu ngutamain hak dan kesejahteraan artis di atas segalanya.
Sebagai pengamat budaya, gue ngerasa kasus ini menarik banget karena nunjukkin tantangan hukum dan etika yang kompleks di industri K-pop yang makin mendunia. Ini nunjukkin keseimbangan antara ambisi kreatif, kewajiban kontrak, dan pencarian keadilan, yang bakal ngebentuk cerita buat generasi artis mendatang. Salpok banget deh!
Saga hukum ini emang nunjukkin dinamika yang rumit di dunia K-pop, ngingetin kita kalo di balik gemerlapnya, ada kerangka hukum yang kuat buat ngejaga pertumbuhan dan keadilan. Kita bakal terus pantau perkembangan kasus ini ya!
Editor: Minho Kang Kece 📜













