‘The Great Flood’: Film Netflix yang Bikin Perdebatan, Malah Jadi Rajanya Chart Global! 🌊🤯
Dari awal rilis, film Netflix Original ‘The Great Flood’ langsung jadi bahan omongan, reaksinya antara suka banget sama yang benci banget, parah! Tapi, nih, yang bikin kaget, justru karena banyak yang debat, film Korea bergenre bencana-sci-fi ini malah nangkring di posisi #1 global selama empat minggu berturut-turut kategori film non-Inggris!
Tayang perdana tanggal 19 Desember 2025, ‘The Great Flood’ nyeritain perjuangan terakhir manusia di bumi yang lagi dilanda banjir gede-gedean. Premisnya sih menjanjikan SF disaster blockbuster yang seru, tentang gimana caranya bertahan hidup di apartemen yang udah kelelep.
Tapi, reaksi awal emang pecah banget. Ada yang muji skala filmnya yang ambisius sama visualnya yang keren abis, tapi banyak juga yang bingung sama campuran antara cerita cinta ibu sama setting SF yang ribet. Banyak yang ngarep film bencana yang lurus-lurus aja, malah jadi salpok sama konsep “simulasi AI tanpa batas”, katanya ganggu fokus, bukannya bikin seru. Jadi, emosinya kurang ngena karena premis SF-nya kurang jelas, bikin penonton pengennya film bencana yang gercep kayak biasanya.
Nah, justru karena banyak yang debat, malah jadi viral kebalik! Makin banyak yang ngomongin, ngasih kritik, sama interpretasi di sosmed, jadi banyak yang penasaran pengen nonton sendiri. Gara-gara ini, jumlah penontonnya langsung naik, dan ‘The Great Flood’ jadi sensasi global beneran.
Menurut situs resmi Netflix, Tudum, ‘The Great Flood’ udah ditonton sebanyak 5,2 juta kali (dihitung dari jam tayang dibagi durasi film) antara tanggal 5 sampai 11 Januari, jadi film non-Inggris nomor 1 pada periode itu. Ini bukan sukses yang tiba-tiba, tapi emang udah kuat dari awal tayang:
- 🗓️ Minggu pertama: 27,9 juta views, #1 film non-Inggris
- 🗓️ Minggu kedua: 33,1 juta views, #1 film non-Inggris
- 🗓️ Minggu ketiga: 11,1 juta views, #1 film non-Inggris
Dengan performa yang keren ini, ‘The Great Flood’ bisa terus jadi #1 film non-Inggris global selama empat minggu berturut-turut, masuk Top 10 di 56 negara, termasuk Korea Selatan, Hong Kong, Indonesia, dan Jepang. Selain itu, jadi film Korea pertama yang nyampe posisi ke-7 di kategori “Film Non-Inggris Terpopuler Sepanjang Masa” versi Netflix.
Jadi, kenapa film ini bisa sukses banget meskipun reaksinya campur aduk? Menurut gue, ada beberapa alasan. Genre bencana emang gampang diterima semua orang, karena ceritanya universal. Film-film bencana Korea kayak ‘Train to Busan’ juga udah bikin ekspektasi tinggi. Selain SF-nya yang unik, ‘The Great Flood’ juga dipuji karena CG-nya yang keren, visual bencana yang realistis, sama akting pemainnya yang oke banget. Ini semua, ditambah genre-nya yang emang populer, bikin orang jadi pengen nonton.
Tapi, perdebatan soal kualitas filmnya masih terus jalan. Sampai tanggal 15 Januari, skor Rotten Tomatoes-nya masih 54%, nunjukkin kalo emang masih banyak yang pro sama kontra. Intinya, ‘The Great Flood’ bukan cuma film biasa, tapi jadi contoh nyata gimana kontroversi malah bisa bikin film jadi viral di era streaming sekarang.
Komentar Editor: ‘The Great Flood’ buktiin kalo obrolan di dunia maya bisa bikin film sukses, meskipun nggak semua orang suka. Perjalanannya dari film yang bikin ribut sampe jadi nomor 1 itu pelajaran berharga tentang gimana caranya bikin penonton tertarik dan gimana kesuksesan film bisa berubah-ubah.
Editor: Hannah Choi 🎬

















